Ditulis oleh: Revani Meiliana
Bogor, Reva News –
Kekosongan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan
Bakar Umum (SPBU) Shell di Kota Bogor memasuki minggu keempat. Kondisi ini
memaksa pengelola mencari strategi baru untuk tetap bertahan, meski layanan
utama pengisian bensin belum berjalan.
Pantauan di SPBU Shell Yasmin,
Jalan Abdullah Bin Nuh, Senin (22/9/2025), petugas tampak membuka stan
sederhana di area pintu masuk. Mereka menjajakan kopi, makanan ringan, minuman
kemasan, hingga oli dan pelumas.
“Ini arahan langsung dari kantor
pusat. Kita diminta tetap menjaga interaksi dengan pelanggan meski BBM kosong.
Jadi kami coba dengan jualan produk lain,” ujar Agus Priyanto (28), salah
seorang pegawai.
Tidak hanya di lokasi, Shell juga
aktif memanfaatkan siaran langsung di TikTok. Melalui platform itu, pegawai
menayangkan pembuatan kopi, memberi diskon pembelian produk non-BBM, hingga
mengadakan kuis berhadiah voucher kafe yang ada di area SPBU. Cara ini dinilai
cukup efektif untuk menarik perhatian pengendara dan menjaga nama baik layanan.
“Kalau lihat TikTok Shell, seru
juga. Mereka interaktif, kadang kasih tips soal perawatan motor sambil promosi
oli. Jadi walau bensin kosong, saya tetap mampir lewat sini buat beli kopi,”
kata Adi Nugraha (35), pengendara asal Bogor Barat.
Sejumlah pelanggan menilai
pelayanan di SPBU Shell tetap prima.
“Pegawainya ramah, meskipun kita
cuma beli snack atau kopi. Mereka tetap melayani seperti biasa,” tutur Hadi
Kurnaedi (31), pelanggan tetap di SPBU Shell Semeru.
Namun, kondisi ini turut
berdampak pada tenaga kerja. Di SPBU Shell Jalan Semeru, tiga pegawai
dirumahkan sementara satu lainnya memilih mengundurkan diri. Saat ini, stasiun
tersebut hanya melayani penjualan solar, sementara distribusi bensin masih
terhenti.
Situasi serupa juga terjadi di
beberapa SPBU swasta lain di Bogor. Meski menghadapi tantangan, pihak Shell
berusaha menjaga hubungan dengan konsumen melalui inovasi penjualan non-BBM
serta pelayanan yang tetap mengutamakan keramahan. RM